Software aplikasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1.
Software aplikasi jadi
2.
Software aplikasi custom atau tailor mode.
1.
Software aplikasi Jadi
Software aplikasi jenis ini merupakn software yang dibuat
oleh industry software untuk memenuhi kebutuhan aplikasi yang biasa digunakan
oleh kebanyakan pengguna komputer untuk melakukan aktivitasnya. Software ini
dibuat berdasarkan kebutuhan, pengalaman, dan feedbackdari pengguna software
sejenis sebelumnya.
Contoh kasus: Sistem operasi Windows
Sistem operasi Windows berkembang
mulai dari MS-DOS, kemudian menjadi Windows 3.0 karena terdapat keinginan
pengguna akan sistem operasi yang mudah dioperasikan. Tuntutan dari pengguna
yang semakain mudah menggunakannya maka Windows beberapa kali berubah dan
setiap kali berubah selalu memunculkan kemudahan baru yang belum terdapat pada
versi sebelumnya.
Berikut ini adalah evolusi Windows
berdasarkan feedback pengguna dan teknologi yang semakain berkembang.
Windows 3.0 Windows 3.1 Windows 95 Windows 98 Windows ME Windows XP
Contoh kasus: Aplikasi perkantoran (Office application)
Pada
awalnya, aplikasi perkantoran ini hanya menuntut untuk digunakan sebagai
pengolah kata (word prosesor) dan pengolah angka. Akan tetapi, semakin kaju
teknologi dan semakin banyak feedback dari pengguna yang menginginkan feature
atau kemudhan baru ditambahkan pada aplikasi perkantoran tersebut membuat
aplikasi tersebut berkembang setiap tahun atau periode tertentu. Kemudahan dan
intergrasi dengan palikasi lain menjadi cirri khas dari setiap penambahan
kemudahan dari aplikasi yang baru.
2. Software
custom atau tailor made
Software jenis ini membutuhkan
interaksi langsung antara pembuat software dengan pengguna yang akan
menggunakan software tersebut. Interakksi ini bersifat dua arah, setelah
terjadi kesepakatan anatar pengembang dengan pengguna, aplikai tersebut
kemudian dibangun, aplikasi yang akan dibangun. Aplikasi yang dapat
dibangun dapat dapat menggunakan dua
cara, yaitu:
a.
Membangun aplikasi benar benar dari awal atau
dari nol
b.
b.
Memodifikasikan atau melakukan pengaturan
sendiri aplikasi yang sudah ada, seperti SAP atau Oracle.
Contoh
Kasus: Sistem Informasi Pendidikan SMU
Sampai
saat ini belum terdapat sistem informasi pendidikan standar atau dikembangkan
benar-benar sesuai dengan kebuthuhan sebuah SMU. Dengan kata lain, untuk
membuat aplikasi sistem informasi pendidikan SMU untuk SMU tertentu kita harus
membangun aplikasi tersebut dari awal. Interaksi antara pengembang software dan
pengguna untuk mengetahui feature atau cirri apa saja dari software yang akan
dibuat harus dilakukan. Software tersebutakan cocok digunkan untuk SMU tersebut
karena kebutuhan dikembangkan dari SMU tersebut.
Contoh
kasus: sistem informasi keuangan rumh sakit
Sistem
informasi keuangan sudah banyak dikembangkan orang. Akan tetapi, untuk
melakukan pengaturan sendiri sistem tersebut diperlukan sebuah kerjasama tim
yang kompak antara pembuat dengan pengguna. Jadi, apliksi tersebut tidak
dikembangkan lagi dari nol, tetapi dengan
cara menyesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit yang akan menggunakannya.
Aplikasi enterprise, seperti Oracle atau SAP biasanya menjadi pilihan utama
dari perusahaan-perusahaan besar. Mereka tidak mau mengambil resiko dengan
mengembangkan dari awal aplikasi yang akan dibuat tetapi cukup dengan melakukan
pengaturan sendiri aplikasi tersebut. Hal ini biasanya dilakukan untuk
mengurangi waktu pengembanngan software yang memakan waktu dan biaya yang tidak
sedikit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
JanGan Lupa di Coment ya,